Latest Post

10 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise

Foto sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:
1903863438_9b75d75043.jpg

1. Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya

Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari  titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi).  Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat. Baca lagi tips tentang komposisi.
3668234881_617c98d933.jpg

2. Jangan Kecewa Karena Mendung

Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset. Cari tahu obyek apa saja yang menarik untuk difoto saat mendung atau hujan.

3. Jangan Terpaku Pada Wide Angle

Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.
2595728993_82326e6229.jpg

4. Maksimalkan Siluet

Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat. Baca juga tips memotret siluet.

5. Bawalah Tripod

Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa. Baca Juga tips memilih tripod dan tips memilih kepala tripod.

6. Gunakan Manual Focus

Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.
183916459_c501884355.jpg

7. Gunakan Preset White Balance Cloudy

Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya. Apa itu white balance?

8. Gunakan Spot Metering (DSLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)

Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera DSLR dan prosumer (apa itu spot metering?), atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret. Pahami mode pengoperasian kamera digital.
380260645_8cc03aa912.jpg

9. Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat

Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah

10. Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda

Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari.
 
 
 

11 Tips Memotret Dengan Kamera Handphone

2353589363_07b284fe16
Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan ‘super’; pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera.
Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya.
Ini adalah 11 tips yang bisa anda pakai untuk memaksimalkan kualitas foto dari kamera handphone, apapun merk handphone anda, silahkan:
  • Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto
  • Kamera handphone cenderung memperkecil obyek foto, jadi selalu usahakan agar anda memotret dari jarak yang cukup sehingga keseluruhan obyek bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Zoom akan menurunkan resolusi foto anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam.
  • Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi
  • Kamera hanphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.
  • Pegang handphone se-stabil mungkin
  • 2095094840_1a0c27fa75_m
    Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan selalu agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.
  • Baca tips tentang komposisi
  • 175669860_2c90793880_m
    Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini. Namun jangan terpaku, seperti kata para fotografer tenar bahwa dalam aturan pertama dalam fotografi adalah tidak ada aturan,  yang ada adalah selera.
  • Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa
  • Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya dari bawah obyek seperti contoh di bawah.
  • Pilih resolusi tertinggi
  • Resolusi tertinggi berarti foto yang dihasilkan memiliki detail lebih banyak dan bisa dicetak lebih besar. Jika kamera memberi pilihan resolusi, pilihlah resolusi tertinggi. Juga resolusi tinggi juga berarti ukuran file yang lebih besar, ini menjadi pertimbangan bagi pemilik handphone dengan kapasitas memory terbatas atau misalnya foto akan dikirim maka akan membutuhkan waktu transfer lebih lama.
  • Pastikan lensa selalu bersih
  • Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
  • Kenali waktu jeda shutter
  • Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.
  • Hindari mengedit foto dari handphone
  • Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), namun jika anda cukup tahan godaan dan rela kerepotan mengolah foto di komputer, maka hasilnya akan jauh lebih bagus dan kita akan memiliki keleluasaan kreatif yang lebih besar nantinya ketika mengolah foto di komputer.
  • Foto sesering mungkin
  • Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.
  • Jangan beri efek di handphone, beri efek di komputer
  • Kebanyakan handphone melengkapi dirinya dengan aplikasi tertentu yang memungkinkan kita mendapat efek seperti yang kita maui, misalnya hitam-putih, crop, sephia dll. Namun untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan software photo editor pilihan anda.
     
     
 

Kamera Mirrorless Fujifilm X-A2 Hadir dengan Layar yang Bisa Dilipat untuk Selfie

Kamera pada smartphone memang sudah cukup bagus dan banyak digunakan untuk sarana foto selfie. Namun kalau merasa kualitasnya masih kurang, bisa pula memakai kamera. Salah satunya adalah sebuah kamera mirrorless terbaru dari Fujifilm yakni X-A2 yang merupakan suksesor dari kamera mirrorless X-A1.
Kamera mirrorless terbaru ini menawarkan layar yang bisa dilipat hingga 175 derajat. Dengan begitu, layar tersebut pun memudahkan para pengguna kamera kalau ingin melakukan foto selfie. Kamera X-A2 ini dilengkapi dengan fitur face serta eye detection yang akan secara otomatis aktif pada saat layar dilipat.
x-a2
Selain fitur layarnya itu, kamera ini juga menawarkan spesifikasi yang tak kalah canggih. Kamera terbaru ini menggunakan sensor APS-C 16.3MP dengan tiga opsi pilihan, yakni hitam, putih serta cokelat. Untuk harganya sendiri, body kamera disertai lensa 16-50 f/3.5-5.6 bisa diperoleh dengan harga 550 USD. Namun kalau ingin memperoleh lensa 50-230mm dibanderol dengan harga 699 USD.



via Cnet
 

Produsen Proyektor Infocus kini Resmi Mulai Hadirkan Produk Smartphone Android ke Indonesia

Jangan kaget kalau nanti Anda akan mendapati produk smartphone Android yang berlabel Infocus di tanah air. Ya, perusahaan yang dikenal sebagai produsen proyektor tersebut kini telah secara resmi mulai memasarkan produk smartphone Androidnya ke tanah air. Dan untuk sarana pemasarannya, pihak Infocus pun mengajak Wellcomm untuk menjadi distributor resminya.
Sebagai langkah awal, perusahaan asal Amerika tersebut akan mulai memasarkan smartphonenya yang bernama M320E pada bulan Januari mendatang. Handphone ini merupakan hasil produksi dari Foxconn dan mempunyai spesifikasi yang cukup mengesankan.
infocus m320e
Ponsel tersebut dilengkapi dengan layar berukuran 5,5 inci HD dan berteknologi IPS. Di dalamnya, Infocus menyematkan prosesor octa core MediaTek MT6592 yang mempunyai kecepatan 1,7GHz dan dibarengi keberadaan RAM 1GB serta memori internal berkapasitas 8GB. Tak lupa, ponsel bersistem operasi Android Jelly Bean 4.2.2 ini menggunakan baterai 3.100 mAh.
Untuk kemampuan fotografi, smartphone ini juga tak mau kalah. Di belakang, terdapat kamera utama 13MP. Sementara di bagian depan, tersemat kamera sekunder 8MP yang bisa dipakai untuk foto selfie. Harganya pun tak mahal, yakni sebesar 2 juta rupiah.


via Kompas
 

5 Fakta Menarik Tentang Baterai Smartphone

Sebagai pengguna smartphone Android, kita tentunya dituntut untuk mengetahui seluk beluk dari smartphone agar dapat menggunakannya secara maksimal. Demikian halnya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, salah satu bagian dari smartphone yang seringkali jarang diperhatikan adalah baterai.

Banyak pengguna smartphone Android yang tidak mempunyai pengetahuan yang memadai tentang baterai. Meski terkesan sepele hal tersebut dapat membuat baterai yang tertanam di smartphone cepat mengalami kerusakan bahkan membahayakan pengguna, ketika meledak misalnya. Untuk menghindari hal-hal itu, terdapat beberapa fakta penting seputar baterai Android yang wajib diketahui oleh pemilik smartphone agar tidak pernah menyesal.

Berikut adalah 5 Fakta Menarik Tentang Baterai Smartphone :

1. Baterai tidak akan pernah terisi penuh


Ketika Anda selesai melakukan pengisian daya smartphone Android, pasti akan terlihat indikator atau presentase yang menyatakan bila baterai telah terisi penuh alias mencapai 100 persen. Namun, hal itu ternyata hanya tipuan saja. Ya, hampir semua baterai smartphone sejatinya tidak akan pernah mencapai daya 100 persen setelah Anda men-chargenya. Daya paling besar yang diatur untuk dapat ditampung dalam sebuah baterai nyatanya hanya sampai angka 80 persen saja.

Hal itu perlu dilakukan oleh setiap produsen baterai agar produk mereka dapat terus stabil dan tidak mudah rusak. Apabila baterai diatur dapat menampung daya hingga 100 persen, terdapat kemungkinan baterai tersebut kelak dapat rusak atau bahkan meledak jika overcharge. Oleh karena itu, ada baiknya Anda tidak memaksa baterai terus diisi dayanya agar si baterai tidak cepat rusak.

2. Isi ulang daya sebelum baterai benar-benar habis


Lupakan segala anjuran yang menyatakan Anda harus mengisi daya baru saat indikator baterai smartphone sampai di titik kritis alias di bawah 15 persen atau bahkan 10 persen. Semua itu salah. Baterai smartphone kebanyakan adalah baterai berjenis Lithium-ion yang justru mampu menghasilkan performa maksimalnya saat dayanya mencapai 50 persen.

Oleh sebab itu, Anda bisa langsung mengisi dayanya saat indikator baterai menunjukkan 30 persen misalnya. Mengisi baterai dari daya paling rendah secara terus menerus, misalnya di bawah 10 persen justru dapat merusak baterai dan mengurangi umur alias masa pakainya. Akan tetapi, Anda pun tidak harus mengisis dayanya sepanjang waktu karena baterai Lithium-ion dapat mengalami overheat alias kepanasan yang dapat membuatnya meledak.

3. Baterai atau charger murah itu berbahaya


Apakah baterai Anda sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti mudah drop dayanya atau menggelembung? Nah, jika hal itu terjadi Anda harus menggantinya dengan yang baru. Tetapi, Anda tidak boleh asal membeli baterai baru yang biasanya dijual dengan harga murah di pasaran. Mengapa? Mayoritas baterai yang diproduksi selain pabrikan aslinya tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang sesuai standar.

Banyak kasus-kasus baterai meledak yang ternyata bermula dari baterai dengan harga murah. Hal ini juga berlaku pada charger alias alat pengisi daya Anda. Charger murah pun banyak yang tidak memberikan sistem perlindungan di dalamnya, sehingga seringkali memberikan energi listrik yang berlebih di baterai Anda. Ujung-ujungnya bukan smartphone kembali terisi penuh tapi baterai Anda mengalami kerusakan bahkan meledak.

4. Baterai tidak akan cepat habis gara-gara banyak membuka aplikasi


Bagi yang doyan menggunakan smartphone untuk kegiatan multitasking pasti sering mengeluhkan daya baterai yang cepat habis. Oleh karena itu mereka biasanya langsung menutup aplikasi yang dijalankan saat tidak dibutuhkan, termasuk memasang aplikasi pengelola baterai.

Sebenarnya hal itu tidak perlu, sebab sistem operasi Android selangkah di depan dengan kemampuan pengelolaan baterai sendiri. Misalnya, sistem akan secara menutup aplikasi yang terbuka selang beberapa detik setelah Anda berpindah ke aplikasi lain. Kebanyakan kegiatan multitasking hanya berpengaruh pada memori RAM yang dapat membuat smartphone agak lemot.

5. Wallpaper animasi, Wi-Fi, hingga GPS tidak berpengaruh pada baterai


Banyak orang yang menyarankan pengguna smartphone Android agar tidak memasang wallpaper gerak atau animasi di smartphone agar baterai tidak cepat habis. Begitu pula dengan fitur konektivitas lain seperti Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth. Perlu diketahui jika wallpaper animasi hanya berpengaruh terhadap pemakaian day baterai sekitar 2 persen saja. Sementara Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth tidak memakan daya baterai saat diaktifkan.

Yang sejatinya menguras daya baterai Anda adalah banyaknya aplikasi yang sengaja Anda atur berjalan di latar belakang, termasuk aplikasi yang mempunyai fitur pop up notifikasi layaknya WhatsApp, BBM, atau jejaring sosial lainnya. Oleh karena itu jangan takut menghidupkan Wi-Fi untuk terkoneksi dengan internet. Cara ini justru dapat membuat Anda menghemat paket data yang Anda miliki.
 
 

Definisi dan Fungsi ISO pada Fotografi

Secara arti ISO atau ASA (dalam fotografi film) adalah kemampuan atau tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Sebagai dasar fungsi ISO pada fotografi, semakin besar nilai pada setingan ISO kamera, maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan. Fitur ISO pada kamera akan menjadi bagian dari segitiga exposure selain Shutter Speed dan Aperture.
Ok mari kita berandai lagi, misal ISO=kerikil kemudian dimasukkan ke gelas yang akan diisi air. Dengan bantuan kerikil tersebut, untuk mengisi air kedalam gelas hingga pas di bibir gelas, maka tidak memerlukan air yang banyak. Begitu juga dengan ISO pada fotografi, semakin tinggi ISO semakin sedikit cahay yang dibutuhkan untuk mencapai exposure yang tepat.
Selain AUTO, satuan nilai ISO pada kamera ditandai dengan nilai yang dimulai dari angka 50/100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya sesuai spesifikasi kamera. Pada kamera DSLR profesional, ISO Nikon D600 misalnya mampu mencapai ISO hingga nilai 25000.
Selain bisa menambah sensitifitas cahaya yang didapatkan, ISO juga bisa menimbulkan noise pada hasil fotonya. Namun untuk kamera digital di era perkembangan teknologi saat ini, ISO tinggi sudah bukan menjadi kendala. D3 dengan ISO 25600 masih mendapatkan foto dengan noise yang rendah :).
Ada yang belum tahu istilah fotografi NOISE ? Noise adalah bintik-bintik kecil yang ada pada foto. Selain Noise, dengan menggunakan nilai ISO yang tinggi juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yang dihasilkan. Misalkan warna kurang keluar, foto jadi kurang detail/tajem dll.

Kapan Menggunakan ISO

Iso tinggi biasanya digunakan saat kondisi kurang cahaya, misalnya saat motret malam hari atau indoor. Kapan saat yang tepat memperhatikan atau menggunakan ISO pada kamera ? saat kombinasi 2 bagian segitiga exposure shutter speed dan Aperture belum mendapatkan exposure atau cahaya yang tepat.
Pada saat kondisi seperti itulah Anda bisa menaikkan nilai ISO sampai mendapatkan cahaya yang cukup dan memperoleh shutter speed yang ideal. Misalkan pada suatu kesempatan Anda ingin memotret momen yang bergerak di dalam ruangan yang minim cahaya. Idelanya untuk menangkap momen yang cepat adalah menggunakan kecepatan rana yang tinggi, soal besarnya aperture terserah deh, adanya berapa :).
ISO Tips Memotret
Dalam contoh kasus di atas, saya harus menggunakan kecepatan 1/250 agar kamera mampu merekam momen yang bergerak di ruangan indoor tersebut. Namun lensa hanya memiliki aperture terlebar F3.5. Tanpa menambah nilai ISO, saya hanya mendapatkan hasil foto yang underexposured (UE) gelaaap. Nah, dengan mengunci shutter speed 1/250 dan aperture F3.5 saya harus menambah nilai ISO sampai mendapatkan exposure yang tepat.
Pada umumnya, dalam fotografi banyak yang menganjurkan untuk menggunakan ISO sekecil mungkin. Untuk menghindari Noise dan mendapatkan foto yang tajam. Apalagi  jika hasil foto akan Anda print dengan ukuran besar,  Iso kecil sudah menjadi keharusan. Akan tetapi dalam beberapa kasus, Noise kadang diperlukan untuk menambah kesan foto yang lebih dramastis, misalnya foto BW.
Semoga artikel fotografi tentang Definisi dan kegunaan ISO dalam fotografi ini bisa berguna untuk bekal belajar fotografi Anda. Selamat bereskperimen kawan, motret itu menyenangkan !
 

Live cct jalur mudik

 
 

Copyright © 2013. DUNIA INFO - All Rights Reserved

powered by Blogger